Warga Batang Masumai Protes Atas Rusaknya Jalan Akibat Mobil Proyek PT APM

Share This Story !

Existjambinews,Merangin,Bangko -Material milik PT Azka Putra Merangin (AMP), digunakan pekerjaan Desa Pulau Layang Nalo Gedang, Kecamatan Nalo Tantan, tuai protes dari warga Batang Masumai.

Protes tersebut, kekecewaan mobil pengangkut material sempat membuat kemacetan di Desa Salam Buku, hingga terjadi antrean berjam-jam.

Bukan itu saja, ulah dari PT APM aspal Batang Masumai pun, rusak berat, sampai menjadi polemik.

Aspal jalan terlihat sudah banyak yang pecah, sehingga lobang-lobang di jalan sudah mulai timbul di sepanjang jalan.

Kerusakan jalan tersebut, tidak hanya mengganggu pengguna jalan, namun malah membawa petaka bagi armada PT APM itu sendiri, yang mana pada (05/11), sekira pukul 17.00 WIB satu unit kendaraan pengangkut material PT APM.

Terlihat terpelosok ke dalam lobang di tengah jalan, tepatnya di Desa Salam Buku, sehingga aktifitas lalu lintas terhenti total dan mengakibatkan antrean yang cukup panjang.

“Apo idak jalan kami rusak, puluhan mobil yang bawak batu proyek itu tiap hari lewat jalan sini dan muatannya melebihi tonase dan tidak sesuai dengan kekuatan jalan”, ungkap warga tersebut.

Sementara sebelumnya, pihak PT APM, Camat Batang Masumai, dan Dinas PUPR Merangin sempat membuat perjanjian pembawa material tidak lagi melakukan konvoi-konvoi.

Hasil pertemuan dan peninjauan lapangan sebagai berikut:

  1. Pihak perusahaan akan menimbun semua jalan yang berlubang mulai dari Salam Buku, pakai gleder.
  2. Mobil perusahaan tidak boleh konvoi

3.Jalan Batam masuk Renja 2021. Mohon dikawal oleh kita semua.

Selanjutnya Indra juga, menyampaikan, ini semua murni keluhan warga di desanya Batang Masumai.

“Sudah banyak kami dengar keluhan dari masyarakat, apa lagi kegiatan mereka dilakukan saat aktivitas masyarakat sedang sibuk, bahkan ada yang komvoi. Sebagai masyarakat biasa, kami tidak punya waktu dan keberanian untuk menemui bapak secara langsung, harapan kami melalui media sosial ini bapak dapat mendengar aspirasi dan jeritan masyarakat yang sangat mengharap belas kasihan

Kalau bukan pada Bapak, pada siapa lagi kami mengadu. kami tidak berharap banyak, cuma mohon agar masyarakat tidak dirugikan. Jangan sampai kesabaran masyarakat habis,” tambahnya lagi.

Selain itu, ada juga masyarakat Pulau Baru, Ucok menyampaikan keluhan warganya kepada awak media.

“Masyarakat sudah mengeluh dengan kondisi jalan, bukan malah bagus jalan Batang Masumai, tapi malah hancur jadi bubur, “ungkap Ucok.

Bahkan masyarakat Pulau Baru bergotong royong untuk memperbaikan jalan yang rusak, ulah dari pekerjaan proyek dari Pulau Layang dan Nalo.

“Kami sekarang gotong royong benarkan jalan, ini mobil sudah melebihi tonnase,” tutup Ucok.

Kemudia hal itu tidak juga membuat kenyamanan, bagi masyarakat Batang Masumai.

Jurnalis : Sy Malik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *