5 Tahun Tanpa Kaderisasi, Rahmad Mulyadi Diberhentikan Sebagai Ketua Karang Taruna Batanghari

Share This Story !

ExistJambiNews, Jambi – Navid, SH , Ketua Pengurus Karang Taruna Provinsi Jambi melalui surat bernomor 104/ KT-PJ/2020 yang ditujukan Kepada Kepala Dinas Sosial Batanghari Cq Kabid Pemberdayaan Sosial, melakukan  pemberhentian kepengurusan Karang Taruna Batanghari dibawah kepemimpinan Rahmad Mulyadi karena dianggap gagal mengembangkan organisasi.

Surat Kab Batanghari

Selain mengeluarkan surat pemberhentian, Ketua Karang Taruna Provinsi dan sekretaris mengeluarkan surat penunjukan  Cartaker Pengurus Kabupaten Batanghari yang langsung di tujukan kepada Bupati Batanghari melalui Surat 105/ KT-PJ/2020, menunjuk Ahmad Wildan sebagai Cartaker.

Ketua Karang Taruna Provinsi Jambi, Navid SH mengatakan keputusan pemberhentian Rahmad Mulyadi diputuskan berdasarkan rapat pleno pengurus harian.

Surat Caretaker KT Kab Batanghari

“Dengan memperhatikan pedoman dasar Karang Taruna, maka kami seluruh pengurus provinsi sepakat untuk memberhentikan kepengurusan Karang Taruna Batanghari di bawah kepemimpinan Rahmad Mulyadi,” katanya, Jumat (2/10/2020).

Karang Taruna Provinsi Jambi telah melayangkan surat resmi ke Dinas Sosial Batanghari terkait pemberhentian kepengurusan Rahmad Mulyadi.

Navid mengungkapkan, selama sekitar lima tahun diberikan mandat, pengurus Karang Taruna Batanghari tidak ada upaya kaderisasi berjenjang kebawah dilakukan. Ini menyebabkan pembinaan generasi muda melalui wadah Karang Taruna tidak bisa dilakukan.

“Selama kepengurusan Rahmad Mulyadi tidak ada upaya kaderisasi di tingkat kecamatan, apalagi untuk sampai tingkat kelurahan atau desa. Kalau seperti gimana kita bisa melakukan pembinaan generasi muda hingga ketingkat pemerintah terkecil,” ujarnya.

Mengacu Permensos 25 Tahun 2019 Tentang Karang Taruna, Pedoman Dasar, Pedoman Rumah Tangga, Pedoman Organisasi, pedoman organisasi tentang pembentukan pengurus dan rapat pleno pengurus provinsi serta guna mengisi kekosongan pengurus Kabupaten Batanghari.

Selanjutnya, pengurus provinsi menunjuk Ahmar Wildan sebagai Ketua Karateker Karang Taruna Batanghari, A Somad SH MH sebagai wakil ketua dan Taufan Junaidi sebagai Sekretaris.

Pengurus Carateker dibawah kepemimpinan Wildan ini diberikan kewenangan menyelenggarakan musyawarah (Temu Karya Daerah) untuk membentuk kepengurusan sah dalam rentan waktu enam bulan kedepan.

Selanjutnya pengurus Carateker Batanghari diberikan tugas untuk membentuk panitia pengarah (SC) dan panitia pelaksana. Berkoordinasi dengan pengurus provinsi dan melaporkan persiapan dan pelaksanaan temu karya.

Pengurus Carateker juga bertugas melakukan koordinas dengan berbagai pemangku kepentingan, terutama dengan Bupati Batanghari selaku pembina umum dan Dinas Sosial selaku pembina fungsional terutama dalam hal penyediaan dukungan teknis dan anggaran.

“Terhitung saat ini, saudara Ahmad Wildan kini menggantikan posisi Rahmad Mulyadi dan semua urusan organisasi termasuk sejumlah agenda program yang akan digelar dibawah kendali Ahmad Wildan, termasuk agenda gelar temu karya,” katanya.

Ahmad Wildan mengaku siap mengemban tugas sebagai Plt Ketua Karang Taruna Kabupaten Batanghari. Dia meminta bimbingan dari pengurus provinsi agar bisa bekerja sesuai tujuan organisasi.

“Insya Allah saya akan bekerja keras untuk menjalankan amanah yang dipercayakan. Agar bisa menjalankan roda organisasi, saya mohon bimbingan dari pengurus provinsi,” katanya.

Mengacu Permensos 25 Tahun 2019, Karang Taruna adalah organisasi yang dibentuk oleh masyarakat sebagai wadah generasi muda untuk mengembangkan diri, tumbuh, dan berkembang atas dasar kesadaran serta tanggung jawab sosial dari, oleh, dan untuk generasi muda, yang berorientasi pada tercapainya kesejahteraan sosial bagi masyarakat.

Pemberdayaan Karang Taruna adalah suatu proses pengembangan kemampuan, kesempatan, dan pemberian kewenangan kepada Karang Taruna untuk meningkatkan potensi, pencegahan dan penanganan permasalahan sosial, pengembangan nilai-nilai kepeloporan melalui pemanfaatan sumber daya manusia, sumber daya alam, sumber daya sosial, dan teknologi.(M. Yazid. Sid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *