Program Kotaku Jalan Rigit Beton Kelurahan Pijoan Syarat KKN

Share This Story !

Exist Jambi News, Muaro jambi- Lurah Pijoan Susilawati,mengatakan Dirinya tidak mengetahui secara rinci Spek dari Pembangunan Jalan Rigit beton, Program Kotaku(Kota tanpa Kumuh) senilai Rp. 1.000.000.000,00(Satu Milyar Rupiah),Di RT 14 dan RT 21,Kelurahan Pijoan. Dia hanya menerima laporan walaupun ada dugaan Mark Up hingga ratusan juta rupiah.Hal itu disampaikannya didepan wartawan Axistjambi.id,Dikantor Lurah Pijoan,Kamis(22/10/2020)Lalu.

Susi mengatakan bahwa Semua pelaksanaan terkait pembangunan proyek jalan Rigit beton Secara terperinci dirinya tidak mengetahui,Dia membenarkan Upah Pekerja dalam pembangunan proyek tersebut mencapai Rp. 70 juta ,dengan Volume Jalan Lebih kurang 600 M3 dengan rincian 0.20M X 3M X1000 M serta menghabiskan anggaran Dana program Kotaku sekitar 1 Milyar rupiah.”Sayo tidak mengetahui secara terperinci,Bahkan sayo tidak memegang RAB,sayo cuma tahu Jalan tersebut Panjang 1 Km, lebarnya lebih kurang 3 meter, serta upah Tukang 70 juta sudah sesuai dengan ketentuan yang dibuat oleh Pihak PU Provinsi,”Ringkasnya.

Dari Pantauan Exist Jambi News, dilokasi beberapa waktu lalu, pelaksanaan program KOTAKU jalan Rigit Beton Meskipun pembangunannya masih dalam pengerjaan sampai akhir November,yang kualitas beton nya diragukan, tetap dikerjakan oleh pihak penerima bantuan dari Kementrian tersebut.

Sekedar untuk diketahui, program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) yang berlokasi di RT 14 dan RT 21 Kelurahan pijoan jenis kegiatan jalan Rigit beton dengan nilai Anggaran Rp.1.000.000.000 yang bersumber dari Dana Hibah Tahun 2019. pembangunan jalan rigid Beton tersebut diduga Syarat KKN, terjadi banyak Mark Up dari Jumlah anggaran yang digunakan untuk pembangunan Jalan rigit beton tersebut .Selain itu anggaran yang digunakan Untuk Standarisasi pembangunan jalan rigit beton yang menggunakan alat molen biasa,dengan Volume 600 M3
hanya menghabiskan anggaran Maksimal RP.740.000.000,00(Tujuh ratus empat puluh juta rupiah).Disini diduga terjadi Mark Up sebesar Rp 260(Dua ratus enam puluh juta rupiah) ,belum lagi dari kecurangan kualitas Beton yang dibangun,tidak menggunakan Plastik hitam yang wajib dipakai serta Bakisting di dinding supaya semen tidak keluar saat air mengalir.Sehingga dalam proyek Program Kotaku Kelurahan Pijoan,Kecamatan Jaluko, Kabupaten Muaro Jambi,Sampai Selesai diduga terjadi Mark Up Sebesar RP. 260.000.000,00(Dua ratus enam puluh Juta rupiah).

Diharafkan pihak Pengawasan Program Kotaku Provinsi Jambi harus betul2 bekerja dan mengerti,sedikit tentang Pembangunan sehingga tidak terjadi penyimpangan dan kerugian negara.(Usman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *