Polres Muaro jambi Tetap Proses Pencabulan Anak Dibawah Umur Oleh Kakek Kakek

Share This Story !

Exist Jambi.Id, Muaro Jambi – Polres muara jambi mendapatkan laporan dari orang tua korban pengaduan dari pelapor atas nama M. F .39 tahun.Laki-laki,Islam , RT 20 RW 10 Dusun Suka Makmur ,Desa Muhajirin Kecamatan Jambi Luar Kota Kabupaten Muaro Jambi.

melaporkan, pada hari Rabu tanggal 07 Oktober 2020 sekira pukul 10.00 Wib, Datang Seorang Pria melaporkan dugaan menyetubuhi anak dibawah umur dengan korban an. ZA .T Binti M. Fyang dilakukan oleh terlapor an. A. H.Umur 70 tahun , Laki-laki, Islam , RT 02 RW 01 Dusun Sinar Harapan Desa Muhajirin Kecamatan Jambi Luar Kota Kabupaten Muaro jambi.

Begini kronologi nya.
Pada Hari Rabu Tanggal 07 Oktober 2020 Piket Sat Reskrim Polres Muaro Jambi Menerima Laporan Pengaduan An. M. F .39 tahun.Laki-laki,Islam , RT 20 RW 10 Dusun Suka Makmur ,Desa Muhajirin Kecamatan Jambi Luar Kota Kabupaten Muaro Jambi

Piket Sat Reskrim Melakukan wawancara terhadap pelapor.

Lalu pada tgl 09 Oktober 2020 Unit PPA Polres Muaro Jambi Membawa korban guna dilakukan visum di Rumkit Bhayangkara Polda Jambi,Unit PPA Mendatangi rumah pelapor dan bersama-sama dengan pelapor dan korban melakukan cek tkp di Rt. 20 Desa Muhajirin Kec. Jaluko Kab. Muaro Jambi dan setelah itu merencanakan akan membawa korban guna dilakukan konseling oleh psikolog dari UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Provinsi Jambi untuk mengetahui trauma yg dialami oleh korban Pelapor.

Selanjutnya, Pada tanggal 13 Oktober 2020 unit PPA Polres Muaro Jambi mencoba menghubungi Pelapor untuk membawa korban melaksanakan Konseling Psikologi terhadap korban di UPTD PPA Provonsi Jambi namun no hp pelapor tidak dapat dihubungi.

pada tanggal 20 Oktober 2020 Pelapor dan Keluarga Terlapor (tanpa adanya keberadaan terlapor yg sedang menjalani rawat inap di Rumah Sakit Hamba Muara Bulian) datang ke Polres Muaro Jambi untuk mengajukan Pencabutan Laporan Pengaduan dikarenakan pada tanggal 18 Oktober 2020 antara pelapor dan terlapor telah terjadi perdamaian diantara kedua belah pihak serta antara pihak terlapor dan pelapor masih ada hubungan keluarga dekat.

Kemudian atas pencabutan laporan pengaduan tersebut, penyidik menerima pencabutan laporan pengaduan tersebut namun pihak penyidik meminta agar korban dapat dihadirkan untuk di lakukan konseling psikologi pada hari Rabu tanggal 21 Oktober 2020 dan saat itu penyidik memberi informasi bahwa korban akan dibawa guna dilakukan konseling ke psikolog di UPTD PPA Provinsi Jambi namun saat itu pelapor tidak ingin anaknya dibawa kemana-mana lagi termasuk ke psikolog atau yg lainnya.

Pada hari Minggu tanggal 01 November 2020 sekira pukul 13.00 wib unit PPA mendatangi rumah pelapor dan meminta ijin kepada orang tua korban agar korban bisa dilaksanakan konseling psikologi namun pelapor tetap menolak dan tidak mempermasalahkan kejadian tersebut dikarenakan telah terjadi perdamaian antara kedua belah pihak.
Tindak Lanjut :

  1. Membawa Korban dengan didampingi pelapor untuk dilakukan konseling korban ke psikolog di UPTD PPA Provinsi Jambi.
  2. Mengambil Keterangan korban .
  3. Melaksanakan Gelar Perkara untuk menaikan status ke tingkat Penyidikan.
  4. Mengamankan TSK dan Barang Bukti
  5. Koordinasi JPU.

Jurnalis : Oman rohman NH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *