Peningkatan Jalan Produksi Pertanian Diduga Asal Jadi,Ketua Palaksana Kegiatan Salahkan Pihak Konsultan dan Kementrian PUPR

Share This Story !

ExistJambiNews, Batanghari – Pengerjaan pengerasan jalan produksi pertanian yang dianggarkan melalui Dirjen Cipta Karya,Kementrian PUPR dari Dana PISEW , tahun anggaran 2020, diduga asal jadi.

Informasi yang berhasil dihimpun, jalan yang dibangun di Rt 04 Desa Sarasah Kecamatan Pemayung , Kabupaten Batanghari ini menelan dana Rp 600 juta.

Berdasarkan Informasi yang tertera pada Papan Plang di lokasi,dijelaskan Program PISEW di Desa Sarasah Rt. 04 tahun 2020 ,Peningkatan Jalan produksi Pertanian Kawasan Kecamatan Pemayung,Jenis infrastruktur Pengerasan Telford, Yang dilaksanakan BKAD Kec Pemayung,Sumber Dana APBN senilai Rp 600 juta, dari DirtJen Cipta karya Kementrian PUPR.

Kondisi jalan saat ini diduga asal jadi karena jalan yang berupa Telford/pengerasan tersebut tidak berbentuk seperti bangunan Telfod pada umumnya bahkan tidak menggunakan Pasir Urug.

Batu Kali yang merupakan bahan baku tidak merata, dan bebatuanya ukuran bervariasi sebagian jalan tersebut masih berupa tanah dan tidak terlihat bebatuan sebagai dasar jalan ditutup menggunakan tanah hasil galian parit jalan.

Sedangkan batu pengunci bangunan
ini juga hanya sebagian saja, dan ketebalannya tidak sesuai dengan konstruksi Telford pada umumnya.

Camat Pemayung Amin saat dikonfirmasi diruangannya,Jum’at (13/11/2020) lalu membenarkan bahwa jalan tersebut betul bermasalah,tapi pihaknya tidak dilibatkan dalam pengawasannya,”Jalan tersebut benar bermasalah banyak laporan masyarakat kepada kami,laporkan aja,kami pihak kecamatan tidak dilibatkan dalam proyek itu,”Tegasnya.

Darmawi Tim Peksana BKAD saat dikonfirmasi wartawan ExistJambiNews dirumahnya.Jum’at (13/11/2020) lalu, mengatakan bahwa mereka mengikuti Ketua walaupun Batu yang digunakan untuk jalan itu tidak sesuai RAB.” Sebenarnya Batu tidak sesuai RAB karena ketua (Mubarok) Mengizinkan Sayo ikuti aja, karena beliau yang Bertanggung Jawab, ringkasnya.

Kepala BKAD kecamatan Pemayung,Mubarok Selaku Pelaksana saat dihubungi wartawan melalui layanan pesan Whatsapp (WA) beberapa waktu lalu, menjelaskan jika jalan ini dikerjakan Sudah sesuai RAB,bahkan beliau menyalahkan Pendamping sebagai konsultan Proyek. “Kl kami pelaksana hanya mengikuti arahan pendamping selaku konsultan nya,”kata mubarok.

Terkait pembangunan yang dinilai asal jadi ini,Mubarok mengatakan, jika itu benar, dia mempersilahkan agar proyek tersebut diberitakan atau dilaporkan.Dia juga membenarkan bahwa Jalan tersebut sudah di setujui PU untuk di PHO.

“Jalan tersebut tidak bermasalah Pu sudah turun tinggal PHO”, tulisnya. (Usman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *