Pembangunan Rumah Nelayan 2018 Lalu Di Mendahara Masih Menjadi Problema

Share This Story !

EXISTJambiNews.com ,Tanjab Timur – Dengan kondisi yang terjadi saat ini, terutama menyangkut pembangunan rumah khusus nelayan dibangun pada tahun 2018 lalu, tepatnya di Parit Adong Kelurahan Mendahara Ilir Kecamatan Mendahara masih menjadi problema.

Yudi salah seorang warga setempat saat dijumpai EXISTJambiNews.com mengatakan dengan adanya pembangunan perumahan khusus nelayan tentunya, yang diharapkan warga azas manfaatnya benar benar dapat mereka tempati sebaik mungkin dengan fasilitas bangunan serba apa adanya,” kata Yudi kepada wartawan Exist Jambi.

Namun sebaliknya pembangunan rumah khusus nelayan sebanyak 50 unit itu kini menjadi problema dikalangan publik, terkait pondasi bangunan sebelumnya menggunakan kayu cerucup boleh dikatakan kurang standar, sehingga hasil bangunannya kini diketahui sudah ada yang nyaris roboh alias ambruk,” ucapnya.

” Yang jelas dari awal pembangunan rumah khusus nelayan penuh dengan kejanggalan, kesannya dipaksakan sehingga hasil pembangunannya kini kurang memadai untuk ditempati,” ujarnya.

Sementara warga lainnya Usuf saat dikonfirmasi EXISTJambiNews.com membenarkan, dari awal pembangunan yang kita lihat dilapangan memang ada kejanggalan, contohnya saja kayu cerucup yang mereka gunakan kebanyakan ukurannya seperti batang lidi, mas lihat saja sendiri kondisi Photo bangunannya seperti apa? tegas Usuf dengan nada kesal.

Selain itu lokasi bangunan yang kita ketahui berada di Parit Adong Kelurahan Mendahara Ilir dengan sumber dana APBN masa pelaksanaan dua ratus sepuluh hari kalender, dibangun pada tahun 2018 lalu dengan pelaksana kegiatan dilapangan PT.APJ. Namun sampai saat ini fisik bangunan tersebut masih menjadi dilema,” pungkasnya.

Dari hasil pantauan dilapangan, terutama menyangkut pembangunan rumah khusus nelayan di Kelurahan Mendahara Ilir dalam pengawasan dan pengendalian hukum tim pengawal dan pengaman pemerintah dan pembangunan daerah melalui T4PD dengan pagu anggaran yang cukup besar kesannya tutup mata.

Jurnalis : Mul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *