Panwascam Mendahara Terapkan DPS Terkait Tahapan Pilkada

Share This Story !

EXISTJambiNews.Com ,Tanjab Timur – Dari hasil pencoklitan yang dilakukan Petugas Pemuthakhiran Daftar Pemilih (PPDP) terutama warga yang berada di Kelurahan Mendahara Ilir Kecamatan Mendahara dalam hal ini. Panwascam Kecamatan Mendahara terapkan Daftar Pemilih Sementara (DPS red) terkait tahapan Pilkada Senin (14/9).

Salah seorang warga setempat Yadi saat dijumpai ExistJambiNews.com mengatakan, menyangkut pendataan yang dilakukan oleh petugas PPDP secara dor to door kerumah rumah warga, pada dasarnya ingin memastikan apakah mereka masuk dalam pendataan pemilih sementara. Apalagi dalam pendataan tersebut benar benar akurat dan terpercaya dalam mengantisipasi terjadinya nama ganda,” kata Yadi.

Tidak menutup kemungkinan dalam hasil pendataan tersebut, yang dilakukan oleh petugas PPDP terutama menyangkut pencoklitan data perlu kita kawal dengan melibatkan elemen masyarakat, seperti LSM dan Wartawan dengan tujuan data yang sudah mereka verifikasi dapat dilakukan secara transparansi, mengingatkan pada pemilihan tahun sebelumnya banyak ditemukan pemilih ganda kemudian nama warga yang sudah meninggal masih diikut sertakan dalam data pemilih, oleh sebab itu peranan Panwascam sangat kita harapkan untuk tetap bersikap netral dalam Pilkada nanti,” ujarnya.

Sementara Ketua Panwascam Kecamatan Mendahara Andi saat dijumpai ExistJambiNews.com mengatakan, melalui Daftar Pemilih Hasil Perbaikan (DPHP) dengan tujuan warga tersebut belum termasuk dalam pendataan dikategorikan keterangan dan alamat yang jelas, sedangkan untuk daftar pemilih sementara (DPS) yang dikategorikan sudah terdaftar memilih yang akan di sahkan oleh KPU Kabupaten Tanjab Timur,” kata Andi kepada wartawan Exist Jambi.

Selain itu daftar pemilih sementara hasil perbaikan (DPSHP) dikategorikan benar benar data pemilih yang sudah akurat, tidak menutup kemungkinan dalam daftar pemilih sementara menjelang tahapan DPSHP apabila ada pemilih yang meninggal akan masuk tahapan selanjutnya, tidak memenuhi syarat (TMS) yang tidak tercoklit akan masuk dalam DPSHP. Sampai sejauh ini masih menunggu tahapan selanjutnya bagi warga yang tidak tercoklit, warga tersebut dapat melaporkan ke PPS atau Panwaslu terdekat terkait dalam daftar pemilih,” jelasnya.

Pihak Panwascam akan membuka posko pengaduan yaitu Gerakan Melindungi Hak Pilih (GMHP) merupakan pogres yang harus dilakukan, hak pemilih dilindungi oleh konstetusi (Right To Vote) menjaga hak pilih dalam tahapan coklit belum dikatakan final seratus persen mekanismenya masih bisa terjadi perubahan,” sebut Andi

Saat ditanya, sejauh mana pengawasan Panwaslu terkait dalam pencoklikan data yang dilakukan PPDP dilapangan, apakah data tersebut benar benar akurat, sebut, Andi selaku ketua Panwascam menambahkan menyangkut pendataan melalui daftar pemilih sementara (DPS) boleh dikatakan belum sepenuhnya final, sewaktu waktu terjadi perubahan.

Namun dalam hal ini diperlukan kepada pihak pada konteks kehadiran Banwaslu beserta jajarannya harus memastikan betul, proses tekhnis secara maksimal oleh KPU beserta jajaran sebagai penyelenggara tekhnis pemilihan,” pungkasnya. (Mul).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *