Owner GP Parfum Berikan 20.000 Botol Parfum Souvenir Sebagai Wujud Aspirasi dan Dukungan Ke CE- Ratu, Dukungan Untuk Cerah Semakin Harum

Share This Story !

ExistJambiNews, kota jambi  – Kehadiran Owner GP  Parfum , Bang Hidayat  yang merupakan  pengusaha  muda sekaligus pemilik puluhan Toko GP Farfum di Kota Jambi , Medan, Palembang, Lampung bahkan Kalimantan .

Kehadiran Boss ” Garansi Parfum ” ternama di kota jambi, ke posko RTC , memberikan souvernir 20.000 ( Dua Puluh Ribu ) Parfum, sebagai bentuk aspirasi dan dukungan terhadap Paslon 01 Drs.H.Cek Endra dan Hj.Ratu Munawaroh Zulkifli untuk menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur 2021 – 2024.jum’at,20/11/20.

Dan dalam kesempatannya bang dayat sapaan akrab nya mengunjungi Posko Relawan Taruna Cerah (RTC) di Gang Duo Thehok, dengan membawa sekotak besar parfum .

” Ini saya hanya bawa sebagian dari 20.000 souvenir parfum  untuk RTC, untuk dibagikan kepada masyarakat  pendukung dan pemilih Cek Endra dan Ratu” Ujar Bang Dayat sambil tersenyum.

Kehadiran Hidayat yang dikenal familiar dan dermawan ini, merupakan surprise bagi para relawan yang saat itu berkumpul di posko RTC.

Hidayat sangat berterima kasih kepada semua relawan Taruna cerah yang telah  menyambut kedatangan nya dengan sangat baik dan penuh kehangatan.

“Parfum ini saya berikan suatu bentuk aspirasi dan dukungan saya terhadap Paslon 01 Cek Endra dan Ratu Munawaroh. semoga semakin wangi dan semakin cerah ucap Hidayat” sambil tersenyum.

Direktur Relawan Taruna Cerah ,Navid SH.yang dihubungi melalui Video Call,sangat berterima kasih kepada Bapak Hidayat pemilik  Garansi Parfum yang telah memberikan Souvernir  untuk para Relawan Taruna Cerah.

“ Wujud Apresiasi dan dukungan yang nyata ,  memberikan dukungan kepada kami semua  untuk memenangkan Paslon 01 Jambi cerah 2024, kami mengucapkan banyak terimakasih”ujar Navid Direktur Rtc,

Disinggung soal bagi bagi souvenir ini, apakah dapat melanggar aturan pilkada, Navid, SH menjelaskan

“ Tradisi bagi-bagi souvenir sudah menjadi kebiasaan calon kepala daerah pada setiap pelaksanaan Pilkada, mulai dari sarung, jilbab, baju kaos, dan sejumlah cinderamata lainnya”

Lebih lanjut, sebagai edukasi persoalan Pilkada, yang sempat  membawa kepersoalan pelanggaran dan persoalan hukum karena terjerat kasus money politik, Navid, SH menjelaskan.

“Komisi Pemilihan Umum (KPU) membatasi nilai cinderamata kampanye dari peserta pemilu kepada warga,  paling mahal senilai Rp 60 ribu per item, jika tak diawasi secara ketat, tradisi bagi-bagi souvenir berpotensi menimbulkan money politic” ujarnya

“Pemberian bingkisan atau souvenir dalam kampanye diperbolehkan, namun nilai dan jenis barangnya harus sesuai Peraturan KPU (PKPU) yang telah ditetapkan penyelenggara pemilihan umum. Baik yang tertuang dalam PKPU 4 Tahun 2017 maupun PKPU 10 Tahun 2020.” Jelas Direktur RTC, Navid, SH,

Jurnalis   . : Eko Ardi Saputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *