Nasroel Yasier : Pemilik Akun Ejekan, Diduga Ditujukan Ke Fasha, Akan Dilaporkan

Share This Story !

EXISTJambi.News.com Kota Jambi – Pemilik akun Facebook Mangunsong.S yang diduga mengejek  Wali Kota Jambi Sy Fasha dengan memposting kata-kata seperti: “Akibat terlalu keren akhirnya masuk rumah sakit dan tak mampu lagi bangun dari tidur.”

Dengan adanya postingan tersebut mantan juru bicara pemenangan Sy Fasha, Nasroel Yasier angkat bicara, dan ingin kasus tersebut berlanjut ke proses hukum, katanya, Senin (15/9/2020).

“Memang dalam postingan tersebut tidak tercantum nama Fasha walikota Jambi, namun tersirat hal tersebut ditujukan kepada Fasha yang saat ini harus menjalani karantina Covid -19, akibat terpapar Virus Covid -19 selama 14 hari disebuah rumah sakit di Jakarta.

Kalimat yang di posting akun Mangunsong.S, diperkirakan pukul 10.00 , membuat geram beberapa Simpatisan Fasha, salah satunya dilontarkan oleh akunZimanto.OKS, yang berisi.

“Tubuh besar, tapi cara berpikir kerdil, seperti anak kecil yang tak pernah diajari etika orang tuanya.”

Bahkan Zimanto OKS mengingatkan untuk akun tersebut dengan kalimat himbauan.

“ Menghapus postingan, tanpa meminta maaf kepada secara terbuka, tentu akan membekas di hati kami, para loyalis Jambi bangkit, Postingan anda akan merugikan kandidat anda sendiri, banyaklah belajar etika lagi kau !!!. ungkap Zirmanto OKs.

Selain Zimanto OKS, salah satu Timses pemenangan Al-Haris – Sani, juga memberi penjelasan, bahwa akun bernama Mangunsong.S bukan bagian dari Timses mereka, dan ini hanya bagian dari agitasi politik, yang berupaya membangkitkan masa secara lisan atau tulisan untuk membangkitkan emosi khalayak.

“ Jelas ini trik untuk mengagitasi Tim lain, agar tersulut emosinya, dan jelas memiliki tujuan untuk membangitkan emosi, sehingga dapat mengacaukan fokus sebuah tim untuk mencapai hal yang diharapkan.” Jelas Saiful Mursal

Sementara itu,  saat permasalahan kalimat yang diposting akun ini ditanyakan kepada salah satu orang yang faham hukum,  akan segera di pelajari ada atau tidaknya pelanggaran hukum hingga memenuhi unsur delik aduan.

“ Saya sudah membaca kalimat yang membuat resah itu, namun kami akan tetap mempelajari ada atau  tidaknya pelanggaran hukum hingga memenuhi unsur delik aduan.” Jelas nya (^^)

 

Jurnalis : Rendi

Editor : Yazid. Sid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *