Kepala Desa Kebun IX, Suwanto membantah keras adanya dugaan Pungli Pembuatan Prona di Desanya

Share This Story !

ExistJambiNews, MUARO JAMBI- Kabar dugaan adanya pungutan liar (Pungi) dalam proses pengurusan sertifikat tanah Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona) datang dari Desa Kebun IX (Sembilan), Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi.

Program Prona yang digencarkan Pemerintah bagi masyarakat kurang mampu di Kabupaten Muaro Jambi tersebut harusnya gratis, namun kali ini diwarnai dugaan pungli.

Informasi adanya dugaan pungli Prona ini didapat dari sejumlah masyarakat di Desa Kebun XI yang mengalami hal tersebut.

Warga sangat mengeluhkan adanya dugaan pungutan dari oknum perangkat Desa di Desa Kebun IX itu.

Sumber mengaku ditarik uang sebesar Rp 500.000 saat mengurus sertifikat tanah milik mereka melalui program Prona dari pemerintah tahun anggaran 2020, dengan masa pengambilan sertifikat di tahun 2021 ini .

“Iya memang bayar, Rp 500 ribu. Dipinta dari Desa. Ya namanya rakyat kecil, kita dak taulah. Kalau yang atasan (Oknum Perangkat Desa,red) ngomong sekian-sekian ya kita nurut waelah, namanya juga orang dag punya pak,”Ujar sumber, Senin (22/02/21).

Biaya pembuatan Prona sebesar Rp 500 ribu persertifikat itu, diakui sumber sangat memberatkan. Terlebih perekonomian warga tersebut saat ini sedang morat marit akibat Pandemi Covid-19. Warga pun kesulitan untuk membayar sejumlah uang tersebut.

“Ya beratlah. Ngeluarin duit segitu ya banyak nian. Kita nak makan Bae susah. Kita kerja upahan batu, seharian untuk yang perempuan paling banyak Rp 50 ribu,”jelas sumber kembali.

Lanjut sumber, dugaan Pungli Perona ini tidak hanya terjadi ditahun ini saja. Pada beberapa tahun sebelumnya, tepatnya diawal kepemimpinan Kepala Desa Kebun IX yang saat ini dugaan pungli Preno juga terjadi.

“Waktu itu bayar Rp 1,5 juta, tapi mbayar nya langsung ke pak RT,”tutur sumber.

Hal senada juga diutarakan oleh warga yang menjadi korban dugaan pungli Prona lainnya.

“Biaya nya Rp 500.000, ngambilnya di Desa,”jelasnya.

Sementara itu Kepala Desa Kebun IX, Suwanto membantah keras adanya dugaan pungli pembuatan Prona di Desanya tersebut.

“Itu ga bener pak. Gak ada saya ngambil pungutan dari warga,”pungkasnya, Selasa (23/02/21). (Ari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *