Fachrul Rozi : Cek Endra Tak Hadir Dalam Acara

Share This Story !

EXistJambiNews, Bungo – Berita tentang pembubaran oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bungo, Minggu (27/9). pada pertemuan dialogis antara Calon Gubernur Nomer urut 1, Cek Endra di Lubuk Landai, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo, mendapat penjelasan dari Komisioner Bawaslu Provinsi Jambi, Fachrul Rozi.

Menurut Fachrul Rozi, tak ada sama sekali situasi dilapangan yang membubarkan acara yang diikuti Pasangan Calon Gubernur Nomer 1 , Cek Endra – Ratu Munawaroh.

Soal simpang siurnya berita pelanggaran yang berakhir dengan pembubaran karena adanya pelanggaran melanggar PKPU Nomor 13 tahun 2020, tentang kegiatan rapat umum di lapangan terbuka, Komisioner Bawaslu ini  menjelaskan tak ada pembubaran oleh Bawaslu Bungo, bahkan Cek Endra yang di undang untuk hadir dalam acara tersebut, sempat berdialog dengan ketua Bawaslu Bungo, Abdul Hamid, sebelum sampai kelokasi acara, dan menolak hadir karena prosedur acara tidak memenuhi ketetapan yang di tentukan dan tak sesuai dengan PKPU Nomor 13 tahun 2020.

“Simpang siurnya berita tentang pembubaran acara yang di hadiri Cek Endra, tidak benar itu, kronologisnya, sebelum sampai di lokasi acara, dan Cek Endra sebagai undangan, fihak Bawaslu memang mengadakan diskusi dengan Cek Endra, disebuah rumah penduduk, juga ditemani aparat setempat” Fachrul Rozi, yang akrab di sapa Paul menjelaskan.

“Dalam dialog tersebut, Cek Endra sangat memahami dan merespon penjelasan tentang PKPU Nomor 13 tahun 2020, dan membatalkan kehadirannya dalam undangan tersebut, jadi tidak benar kalau ada pembubaran acara yang di hadiri Cek Endra” Fachrul Rozi memastikan.

Hal senada disampaikan Desi Ariyanto, Juru Bicara Timses Pasangan Calon Nomer 1 ini.

“Tidak ada pembubaran, kronologisnya, sebelum sampai dilokasi, terjadi komunikasi dialog antara Abdul Hamid dan Cek Endra di rumah penduduk, didampingi aparat setempat, jadi sampai disitu saja, setelah mendapat penjelasan, Cek Endra memahami dan membatalkan hadir dalam undangan tersebut” jelas Desi Ariyanto..

“Setelah pembatalan itu, Cek Endra bersilaturrahmi dari rumah ke rumah, sebagai wujud  menghargai undangan yang tak jadi dihadiri, memahami betul aturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang menerbitkan peraturan yang melarang aktivitas yang menghadirkan massa di Pilkada Serentak 2020 ini, karena Itu tertuang dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 13 tahun 2020. Karena kondisi acara tak sesuai aturan dan tak memenuhi syarat sehingga memunculkan kekhawatiran publik akan penyebaran COVID-19, maka calon gubernur kami membatalkan untuk hadir dalam acara tersebut” papar Jubir Paslon Nomer 1 ini..

Hal senada juga disampaikan oleh Gusriyandi Rifai Ketua Tim Koalisi Cek Endra-Ratu Kabupaten Bungo, kehadiran Cek Endra hanya di undang masyarakat sebagai pribadi dan tidak melibatkan anggota partai pengusung ikut dalam acara itu, kalaupun saat itu H Bambang turut ada disitu, kapasitasnya hanya sebagai orang yang mengantarkan saja ke acara itu.

“H. Bambang sayo tidak tahu kapasitasnya ada di situ, tapi mungkin jadi tukang antar karno dio bekawan kebetulan bae jadi Ketua Golkar.  Yang jelas sayo Ketua Koalisi Cek Endra tidak tau acara apa, itu hanya undangan,” terangnya.

Sebagai partai pengusung Gusriyandi Rifai membantah kalau terlibat dalam acara itu, kalaupun ada acara yang dilaksanakan oleh partai pengusung, itupun melalui jadwal dan terdaftar.

“Yang jelas kami partai pengusung tidak ada acara, kalaupun ada acara atau kegiatan yang kali buat pasti ada jadwal yang terdaftar,” jelasnyanya.

H Bambang yang juga turut dikonfirmasi terkait pembubaran oleh Bawaslu menjelaskan kegiatan di Lubuk Niur tidak ada, namun dirinya ikut mengantar ke Lubuklandai.

“Tidak ada pembubaran, yang ada acara silaturrahmi dari rumah ke rumah. Sedangkan rencana ada acara pegukuhan tim di tunda karena menyangkut izin belum selesai, dalam hal ini Ketua Bawaslu hanya memantau kegiatan silaturrahmi dari rumah ke rumah sedangkan acara pengukuhan tim Fasha  bergabung dengan CE ditunda karena izinnya belum selesai, dan tetap akan mengikuti prosedural berkenaan dengan kndisi Covid-19 saat ini” jelasnya .

Mengenai foto yang beredar sebagai pendamping berita,  yang memperlihatkan Cek Endra dan Ratu Munawaroh berjalan beriringan dengan sekumpulan masyarakat, dalam sebuah acara yang ditayangkan Online Nasional, , hal ini di bantah Juru Bicara Timses Cek Endra – Ratu,  Asyari Syafei, juga Direktur Eksekutif Relawan Taruna Cerah (TRC), Navid, SH.

“ Harusnya sebuah media Nasional, menyampaikan apa yang di dengar, dilihat dan di sampaikan harus sesuai kondisi di lapangan, dalam berita disampaikan Cek Endra di bubarkan dalam acara, dengan menyertakan fotho Ratu Munawaroh, yang di damping masyarakat, padahal situasi dilapangan Ibu Ratu Munawaroh tidak ada dan fotho yang ditampilkan adalah fotho kegiatan lainnya, kami sangat menyayangkan berita yang tidak sesuai dengan fakta lapangan” jelas Asyari Syafei

Navid, SH juga berharap, media adalah acuan masyarakat untuk menerima informasi yang akurat, apalagi media Online Nasional, hendaknya berita dan gambar, harus sesuai fakta lapangan, apalagi ini bersinggungan langsung dengan kredibilitas dan nama baik seseorang.

“Harusnya media, memberitakan fakta, fakta juga harus di dapat dari sumber yang berkompeten, jadi kalau beritanya tak sesuai fakta, jelas akan mereugikan kelompok atau pibadi, apalagi sebuah media kadang juga dapat digunakan sebagai alat penggiringan opini” jelas Navid, SH menyayangkan. (Yazid, Sid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *