Debat Pertama Cagub Jambi, Nyaris Seperti Dagelan Politik

Share This Story !

Exist Jambi News, Jambi – Usai debat pertama, antara calon gubernur jambi, yang diselenggarakan oleh KPU Provinsi Jambi, banyak mendapat berbagai tanggapan.

Debat diharapkan akan sampainya misi dan Visi para paslon kemasyarakat, seperti yang diungkapkan Ketua KPU Provinsi Jambi pada sambutan saat membuka acara debat (24/10/2020), dinilai sebagian warga kurang gereget.

“Agar masyarakat dapat gambaran utuh dengan program, misi dan Visi yang disampaikan paslon” Subhan saat menyampaikan pidatonya.

Namun tanggapan beberapa Netizen berbagai macam, seperti seperti salah satu akun Aba Zara berkomen “ Hancur…ditanyo capaian Jambi tuntas? Yang dijawab dari subuh sampai Covid, hahaha”

Komen Abazira di sambut dengan deretatan komen komen nyinyir, seperti balasan komen dari Akun Juli Siboro “ Lah  dak fokus om. Fokusnya dari kertas bae”

Bahkan Akun Hery Waluyo menyatakan kekecewaannya. “Untunglah Debat semalam tdk di siarkan TV Nasional, malu kita melihat kwalitas Cagub Jambi,KPU hrs bertanggung jawab tdk profesional membuat seleksi penjaringan paslon utk disajikan ke Publik.untung saja ada Ce yg bisa di andalkan utk Tingkat Nasional.” Ungkapnya.

Komentar yang berseliweran, sejak debat dimulai dan  hingga saat ini, terlepas dari ramainya celoteh dari para netizen di media social, pengamat politik Navarim Karim mengatakan debat pertama calon gubernur Jambi memang terjadi banyak plus dan minus.

” Artinya semua calon gubernur yang berdebat tadi malam sudah punya starting poin yang sama, ” Ujar Navarim.

Kata Navarim calon gubernur nomor urut satu Cek Endra sudah baik sekali dalam menjabarkan paparanya dalam debat tadi malam.

” Cek Endra cukup pengalaman dan rasional dalam menyampaikan pendapatnya, ” Katanya.

Lalu calon gubernur nomor urut dua Fachrori Umar juga baik dalam menyampaikan visi dan misi serta program.

” Fachrori Umar berpengalaman dalam penyampaian visi-misi dan paparanya, ” Ujarnya

Sementara untuk pasangan calon gubernur nomor urut tiga yakni Al Haris juga sangat baik.

” Haris sangat energik dalam menyampaikan programnya, ” Ujarnya.

Catatan lainnya adalah debat pertama calon gubernur memang masih banyak kekurangan, yakni debat politik yang disampaikan seperti dagelan. Karena masing-masing calon gubernur seolah belum tegas dalam menyampaikan paparanya.

” Harus kita akui debat semalam kayak dagelan politik, ada yang lucu dan ada pula yang tidak sesuai harapan, ” Ujarnya.

Selain itu dosen Unja ini juga meminta agar moderator bisa lebih aktif lagi dalam debat selanjutnya. Moderator bisa mengambil alih debat jika tidak sesuai.

” Peran moderator harus lebih tajam lagi dan mengetahui perjalanan debat selanjutnya, ” Katanya

Makanya jika ada calon yang tidak menjawab atau tidak bertanya maka moderator bisa mengatur debat tersebut.(Eko. AS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *