Berdesakan Menunggu Antrian Sembako PKH, Protokol Kesehatan Terabaikan

Share This Story !

EXISTJambiNews.Com ,Tanjab Timur – Ditengah Pandemi Covid 19 yang terjadi saat ini, sepertinya aturan protokol kesehatan dari pemerintah terkesan diabaikan, Sabtu (12/9) terlihat warga Kelurahan Mendahara Ilir Kecamatan Mendahara relah berdesak desakan menunggu antrian demi mendapatkan sembako Program Keluarga Harapan (PKH red) dari Kementrian Dinas Sosial.

Aisyah salah seorang warga setempat saat dijumpai Exist Jambinews.Com mengatakan, dengan adanya bantuan sembako yang disalurkan pemerintah pusat melalui Kemensos tentunya sangat kita syukuri, yang menjadi persoalan adalah terpaksa menunggu antrian meskipun kondisinya berdesak desakan,”kata Aisyah kepada wartawan Exist Jambinews.com.

Untuk mencegah desak desakan saat ingin mendapatkan bantuan sembako, sepertinya kurangnya pengamanan dari pihak kelurahan yang diterapkan pengamanan, kalau kondisinya selalu seperti ini dampaknya pada ibu ibu yang lanjut usia terutama menyangkut pandemi Covid 19, paling tidak harus diterapkan aturan protokol kesehatan,” ujarnya.

Terpisah dikatakan warga lainya Husen bahwa dalam penerapan pengamanan yang dilakukan tempat pengambilan bantuan sembako seperti warga yang mendapatkan kartu PKH,KPM dan kartu KKS sama sekali kurangnya perhatian dari pemerintah kelurahan, seharusnya ada petugas yang dilibatkan untuk menghindari desak desakan, bila terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan pertanggung jawabannya dalam hal ini siapa ? terang Husen.

Sementara pengelola Agen Brilink E Warong Kelurahan Mendahara Ilir Ahmad mengatakan kepada Exist Jambinews.com dengan adanya dilakukan penyaluran bantuan sembako terutama warga yang terdata dalam Program Keluarga Harapan (PKH), KPM dan KKS memang sedikit kewalahan dalam menghadapi warga, meskipun kita lakukan himbauan untuk tidak berdesak desakan, tapi kenyataanya warga tetap mengabaikan himbauan tersebut,” tegas Ahmad.

Saat ditanya untuk warga yang mendapatkan bantuan sembako, seperti PKH, KPM dan KKS apakah diberikan sesuai nominal uang yang mereka terima, sebut Ahmad selaku penyalur menjelaskan dari jenis bantuan sembako seperti beras yang kita terima berkisar 6 ton lebih, ditambah bahan sembako lainnya yaitu kentang, kacang hijau dan jeruk sesuai nama yang ada dalam data, yang kita berikan” sebut Ahmad.

” Yang jelas dalam satu KK mendapatkan sembako seperti beras 15 Kg, kemudian telur 30 butir, kentang 1 Kg, begitu juga jenis kacang hijau dan jeruk yang kita salurkan sesuai arahan dari Kemensos,” jelasnya.

Menyangkut besar jumlah uang yang mereka terima seperti PKH, KPM dan KKS rata rata Rp 200 Ribu yang kita berikan berbentuk sembako, tidak menutup kemunginan di Kelurahan Mendahara Ilir memang ada dua penyalur Agen Brilink, apalagi ditengah kondisi saat ini, menghadapi warga memang selalu kewalahan yang pada prinsipnya mereka selalu ingin berdesak desakan, biar bagaimanapun dalam penyaluran tetap berdasarkan nama yang ada dalam data,” ungkapnya.

Jurnalis : Mulyadi

Editor : Dius

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *